Ruang eksplorasi & eksperimen kecil tentang digital marketing dan hal lainnya.Yogyakarta · 2026

SEO

Catatan Praktik SEO #2: URL Lama, Redirect, 404, dan 410 Setelah Pindah Platform

Setelah rizqiakbar.com pindah dari WordPress, Search Console mencatat URL lama yang hilang. Ini cara aku memutuskan mana yang dialihkan, mana yang dibiarkan hilang, dan satu asumsi yang ternyata keliru.

Catatan Praktik SEO #2: URL Lama, Redirect, 404, dan 410 Setelah Pindah Platform

Catatan Praktik adalah seri tentang task SEO yang aku kerjakan sendiri di situsku. Episode pertama membahas audit awal. Episode ini melanjutkan temuannya: URL lama yang tidak ditemukan setelah situs pindah platform.

Jawaban singkatnya: setiap URL lama yang punya pengganti dialihkan dengan redirect 301 ke halaman penggantinya. URL yang memang hilang dan tidak akan kembali dijawab 404 atau 410. Yang perlu dihindari adalah mengalihkan semua URL lama ke beranda.

Dari mana daftar URL lama didapat

Ada tiga sumber, dan sebaiknya dipakai semuanya karena masing-masing menangkap URL yang berbeda:

  • Daftar artikel dan halaman dari sistem lama. Di WordPress, alamat lama artikel bisa dibaca dari ekspor atau dari sitemap lama.
  • Laporan Halaman di Search Console, terutama bagian Not found (404). Di sini muncul URL yang tidak terpikirkan, misalnya arsip penulis atau halaman demo dari tema.
  • Log server atau analytics, untuk URL lama yang masih dikunjungi orang.

Tiga keputusan untuk setiap URL

Kondisi URL lama

Tindakan

Contoh

Ada halaman pengganti yang setara

Redirect 301 ke pengganti itu

Artikel lama ke artikel yang sama di alamat baru

Tidak ada pengganti persis, tapi ada halaman induk yang dekat

Redirect 301 ke halaman induk terdekat

Arsip penulis ke halaman Tentang

Tidak ada pengganti dan tidak akan kembali

Jawab 404 atau 410

Produk demo bawaan tema yang tidak pernah dipakai

Google menyarankan setiap URL lama dipetakan ke tujuan masing-masing, dan tidak mengalihkan banyak URL lama ke satu halaman yang tidak relevan seperti beranda (panduan pindah situs Google). Menggabungkan beberapa halaman lama ke satu halaman baru yang memang memuat isinya masih wajar.

Yang aku pasang di rizqiakbar.com

Totalnya 30 aturan: 25 redirect 301 dan 5 jawaban 410. Sebagian besar berupa pola, bukan satu per satu, karena URL WordPress punya struktur yang bisa ditebak.

URL lama

Jawaban

Alasan

/home-bahasa-indonesia

301 ke /id/

Beranda bahasa Indonesia versi lama

/author/…

301 ke /about-me/

Arsip penulis, isinya sekarang di halaman Tentang

/tag/…

301 ke /blog/

Arsip tag yang tidak dipakai lagi

/articles/…

301 ke /id/blog/…/

Pola alamat artikel lama

/feed/

301 ke /rss.xml

Alamat feed lama

/product/…

410

Produk demo WooCommerce bawaan tema

/portfolio/blvck

410

Proyek demo bawaan tema

/wp-json/…

410

Alamat teknis WordPress yang tidak ada lagi

Pakai pola, bukan daftar panjang

Satu aturan seperti /tag/… menangani semua arsip tag sekaligus. Ini lebih mudah dirawat daripada ratusan baris, dan tidak ada URL yang terlewat hanya karena lupa ditulis.

Satu versi untuk setiap alamat

URL lama di situs ini berakhir dengan garis miring, misalnya /blog/judul-artikel/. Alamat yang diketik tanpa garis miring dialihkan ke versi dengan garis miring, supaya Google hanya melihat satu versi setiap halaman.

Dua kategori yang sengaja tidak diselamatkan

Arsip tag dialihkan ke halaman blog, bukan ke artikel tertentu. Ini termasuk menggabungkan banyak URL ke satu halaman, tapi halaman tujuannya memang daftar artikel, jadi masih relevan. Sementara produk dan proyek demo dari tema tidak pernah punya isi yang berguna, jadi lebih jujur dijawab hilang daripada dialihkan ke halaman yang tidak berhubungan.

404 atau 410: asumsi yang ternyata keliru

Saat memasang aturan ini, aku memilih 410 untuk halaman demo karena mengira Google menghapusnya dari indeks lebih cepat dibanding 404. Setelah membaca ulang dokumentasinya, ternyata tidak begitu.

Google menulis bahwa semua kode 4xx, kecuali 429, diperlakukan sama. URL yang sudah terindeks lalu menjawab 4xx akan dihapus dari indeks, dan frekuensi crawling untuk URL itu menurun perlahan (dokumentasi status HTTP Google).

Jadi untuk Google, 410 tidak lebih cepat. Aku tetap memakainya karena artinya lebih jelas: 410 berarti sengaja dihapus dan tidak akan kembali, sementara 404 hanya berarti tidak ditemukan. Untuk situsmu, keduanya sama-sama benar. Yang penting halamannya tidak dialihkan ke tempat yang tidak relevan.

Hati-hati dengan soft 404

Soft 404 terjadi ketika halaman menampilkan tulisan seperti "tidak ditemukan" tapi server menjawab sukses (200). Search Console akan menandainya. Pastikan halaman yang hilang benar-benar menjawab 404 atau 410.

Cara mengecek hasilnya

Cara paling cepat adalah melihat kode jawaban setiap URL. Di Terminal (Mac atau Linux), perintah ini menampilkan kode dan tujuan redirect untuk satu URL:

curl -s -o /dev/null -w "%{http_code} %{redirect_url}\n" https://rizqiakbar.com/home-bahasa-indonesia
# 301 https://rizqiakbar.com/id/

Untuk banyak URL sekaligus, versi gratis Screaming Frog bisa memeriksa daftar URL dalam mode List (Screaming Frog). Setelah semua benar, buka laporan Halaman di Search Console dan klik Validate fix pada bagian Not found (404), supaya Google memeriksa ulang.

Yang aku pelajari

  • Daftar URL hilang di Search Console banyak berisi halaman yang tidak pernah aku buat sendiri, misalnya demo dari tema. Membersihkannya tidak menaikkan peringkat, tapi membuat laporan lebih mudah dibaca.
  • Baca dokumentasi sebelum mengulang nasihat yang sering beredar. Klaim "410 lebih cepat" terdengar masuk akal tapi tidak sesuai dokumentasi Google.
  • Redirect sebaiknya dipertahankan lama. Google menyarankan setidaknya satu tahun, dan lebih lama lebih baik untuk pengunjung (panduan pindah situs Google).

Versi budget terbatas

Pilihan

Biaya

Waktu

Catatan

Plugin redirect di WordPress

Gratis untuk fitur dasar

Satu sampai dua jam

Cocok kalau masih memakai WordPress

Aturan redirect di Cloudflare atau hosting

Gratis sampai kuota tertentu

Satu sampai dua jam

Cocok untuk pola alamat yang sama

Dikerjakan jasa saat migrasi

Bagian dari biaya migrasi

Hampir tanpa waktumu

Pastikan daftar pemetaan URL ikut diserahkan

Kapan saran ini tidak berlaku

  • Kalau alamat lama dan baru sama persis, misalnya hanya pindah hosting, redirect tidak dibutuhkan. Cukup pastikan semua halaman tetap menjawab 200.
  • Kalau pindah domain, langkahnya lebih panjang: ada fitur Change of Address di Search Console. Episode ini hanya membahas perubahan alamat di domain yang sama.

Mulai dari mana minggu ini

  1. Buka Search Console, laporan Halaman, bagian Not found (404), dan ekspor daftarnya.
  2. Tandai setiap URL dengan salah satu dari tiga keputusan di tabel atas.
  3. Pasang redirect untuk yang punya pengganti, lalu cek kodenya dengan curl atau Screaming Frog.

Pertanyaan singkat

Apakah 404 di Search Console merusak peringkat? Tidak, selama halaman yang hilang memang tidak penting. Google menganggap 404 hal biasa. Yang perlu diperhatikan adalah halaman penting yang tidak sengaja menjawab 404.

Boleh pakai redirect 302? Untuk perpindahan permanen, pakai 301 atau 308. Google memperlakukan 302 sebagai sinyal lemah, cocok untuk pengalihan sementara.

Kapan redirect boleh dihapus? Paling cepat setelah satu tahun, dan hanya kalau URL lama sudah tidak dikunjungi dan tidak ditautkan dari situs lain.

Cerita lengkap perpindahan situs ini ada di studi kasus migrasi. Kalau situsmu mau pindah platform dan ingin URL lamanya aman, audit SEO & GEO bisa dimulai dari pemetaan ini.

Tulisan lain