SEO
Catatan Praktik SEO #2: URL Lama, Redirect, 404, dan 410 Setelah Pindah Platform
Setelah rizqiakbar.com pindah dari WordPress, Search Console mencatat URL lama yang hilang. Ini cara aku memutuskan mana yang dialihkan, mana yang dibiarkan hilang, dan satu asumsi yang ternyata keliru.

Catatan Praktik adalah seri tentang task SEO yang aku kerjakan sendiri di situsku. Episode pertama membahas audit awal. Episode ini melanjutkan temuannya: URL lama yang tidak ditemukan setelah situs pindah platform.
Jawaban singkatnya: setiap URL lama yang punya pengganti dialihkan dengan redirect 301 ke halaman penggantinya. URL yang memang hilang dan tidak akan kembali dijawab 404 atau 410. Yang perlu dihindari adalah mengalihkan semua URL lama ke beranda.
Dari mana daftar URL lama didapat
Ada tiga sumber, dan sebaiknya dipakai semuanya karena masing-masing menangkap URL yang berbeda:
- Daftar artikel dan halaman dari sistem lama. Di WordPress, alamat lama artikel bisa dibaca dari ekspor atau dari sitemap lama.
- Laporan Halaman di Search Console, terutama bagian Not found (404). Di sini muncul URL yang tidak terpikirkan, misalnya arsip penulis atau halaman demo dari tema.
- Log server atau analytics, untuk URL lama yang masih dikunjungi orang.
Tiga keputusan untuk setiap URL
Kondisi URL lama | Tindakan | Contoh |
|---|---|---|
Ada halaman pengganti yang setara | Redirect 301 ke pengganti itu | Artikel lama ke artikel yang sama di alamat baru |
Tidak ada pengganti persis, tapi ada halaman induk yang dekat | Redirect 301 ke halaman induk terdekat | Arsip penulis ke halaman Tentang |
Tidak ada pengganti dan tidak akan kembali | Jawab 404 atau 410 | Produk demo bawaan tema yang tidak pernah dipakai |
Google menyarankan setiap URL lama dipetakan ke tujuan masing-masing, dan tidak mengalihkan banyak URL lama ke satu halaman yang tidak relevan seperti beranda (panduan pindah situs Google). Menggabungkan beberapa halaman lama ke satu halaman baru yang memang memuat isinya masih wajar.
Yang aku pasang di rizqiakbar.com
Totalnya 30 aturan: 25 redirect 301 dan 5 jawaban 410. Sebagian besar berupa pola, bukan satu per satu, karena URL WordPress punya struktur yang bisa ditebak.
URL lama | Jawaban | Alasan |
|---|---|---|
/home-bahasa-indonesia | 301 ke /id/ | Beranda bahasa Indonesia versi lama |
/author/… | 301 ke /about-me/ | Arsip penulis, isinya sekarang di halaman Tentang |
/tag/… | 301 ke /blog/ | Arsip tag yang tidak dipakai lagi |
/articles/… | 301 ke /id/blog/…/ | Pola alamat artikel lama |
/feed/ | 301 ke /rss.xml | Alamat feed lama |
/product/… | 410 | Produk demo WooCommerce bawaan tema |
/portfolio/blvck | 410 | Proyek demo bawaan tema |
/wp-json/… | 410 | Alamat teknis WordPress yang tidak ada lagi |
Pakai pola, bukan daftar panjang
Satu aturan seperti /tag/… menangani semua arsip tag sekaligus. Ini lebih mudah dirawat daripada ratusan baris, dan tidak ada URL yang terlewat hanya karena lupa ditulis.
Satu versi untuk setiap alamat
URL lama di situs ini berakhir dengan garis miring, misalnya /blog/judul-artikel/. Alamat yang diketik tanpa garis miring dialihkan ke versi dengan garis miring, supaya Google hanya melihat satu versi setiap halaman.
Dua kategori yang sengaja tidak diselamatkan
Arsip tag dialihkan ke halaman blog, bukan ke artikel tertentu. Ini termasuk menggabungkan banyak URL ke satu halaman, tapi halaman tujuannya memang daftar artikel, jadi masih relevan. Sementara produk dan proyek demo dari tema tidak pernah punya isi yang berguna, jadi lebih jujur dijawab hilang daripada dialihkan ke halaman yang tidak berhubungan.
404 atau 410: asumsi yang ternyata keliru
Saat memasang aturan ini, aku memilih 410 untuk halaman demo karena mengira Google menghapusnya dari indeks lebih cepat dibanding 404. Setelah membaca ulang dokumentasinya, ternyata tidak begitu.
Google menulis bahwa semua kode 4xx, kecuali 429, diperlakukan sama. URL yang sudah terindeks lalu menjawab 4xx akan dihapus dari indeks, dan frekuensi crawling untuk URL itu menurun perlahan (dokumentasi status HTTP Google).
Jadi untuk Google, 410 tidak lebih cepat. Aku tetap memakainya karena artinya lebih jelas: 410 berarti sengaja dihapus dan tidak akan kembali, sementara 404 hanya berarti tidak ditemukan. Untuk situsmu, keduanya sama-sama benar. Yang penting halamannya tidak dialihkan ke tempat yang tidak relevan.
Hati-hati dengan soft 404
Soft 404 terjadi ketika halaman menampilkan tulisan seperti "tidak ditemukan" tapi server menjawab sukses (200). Search Console akan menandainya. Pastikan halaman yang hilang benar-benar menjawab 404 atau 410.
Cara mengecek hasilnya
Cara paling cepat adalah melihat kode jawaban setiap URL. Di Terminal (Mac atau Linux), perintah ini menampilkan kode dan tujuan redirect untuk satu URL:
curl -s -o /dev/null -w "%{http_code} %{redirect_url}\n" https://rizqiakbar.com/home-bahasa-indonesia
# 301 https://rizqiakbar.com/id/Untuk banyak URL sekaligus, versi gratis Screaming Frog bisa memeriksa daftar URL dalam mode List (Screaming Frog). Setelah semua benar, buka laporan Halaman di Search Console dan klik Validate fix pada bagian Not found (404), supaya Google memeriksa ulang.
Yang aku pelajari
- Daftar URL hilang di Search Console banyak berisi halaman yang tidak pernah aku buat sendiri, misalnya demo dari tema. Membersihkannya tidak menaikkan peringkat, tapi membuat laporan lebih mudah dibaca.
- Baca dokumentasi sebelum mengulang nasihat yang sering beredar. Klaim "410 lebih cepat" terdengar masuk akal tapi tidak sesuai dokumentasi Google.
- Redirect sebaiknya dipertahankan lama. Google menyarankan setidaknya satu tahun, dan lebih lama lebih baik untuk pengunjung (panduan pindah situs Google).
Versi budget terbatas
Pilihan | Biaya | Waktu | Catatan |
|---|---|---|---|
Plugin redirect di WordPress | Gratis untuk fitur dasar | Satu sampai dua jam | Cocok kalau masih memakai WordPress |
Aturan redirect di Cloudflare atau hosting | Gratis sampai kuota tertentu | Satu sampai dua jam | Cocok untuk pola alamat yang sama |
Dikerjakan jasa saat migrasi | Bagian dari biaya migrasi | Hampir tanpa waktumu | Pastikan daftar pemetaan URL ikut diserahkan |
Kapan saran ini tidak berlaku
- Kalau alamat lama dan baru sama persis, misalnya hanya pindah hosting, redirect tidak dibutuhkan. Cukup pastikan semua halaman tetap menjawab 200.
- Kalau pindah domain, langkahnya lebih panjang: ada fitur Change of Address di Search Console. Episode ini hanya membahas perubahan alamat di domain yang sama.
Mulai dari mana minggu ini
- Buka Search Console, laporan Halaman, bagian Not found (404), dan ekspor daftarnya.
- Tandai setiap URL dengan salah satu dari tiga keputusan di tabel atas.
- Pasang redirect untuk yang punya pengganti, lalu cek kodenya dengan curl atau Screaming Frog.
Pertanyaan singkat
Apakah 404 di Search Console merusak peringkat? Tidak, selama halaman yang hilang memang tidak penting. Google menganggap 404 hal biasa. Yang perlu diperhatikan adalah halaman penting yang tidak sengaja menjawab 404.
Boleh pakai redirect 302? Untuk perpindahan permanen, pakai 301 atau 308. Google memperlakukan 302 sebagai sinyal lemah, cocok untuk pengalihan sementara.
Kapan redirect boleh dihapus? Paling cepat setelah satu tahun, dan hanya kalau URL lama sudah tidak dikunjungi dan tidak ditautkan dari situs lain.
Cerita lengkap perpindahan situs ini ada di studi kasus migrasi. Kalau situsmu mau pindah platform dan ingin URL lamanya aman, audit SEO & GEO bisa dimulai dari pemetaan ini.
Tulisan lain


