Aku memindahkan situsku sendiri, rizqiakbar.com, dari WordPress di shared hosting ke EmDash, CMS open-source yang berjalan di Cloudflare Workers. Desain baru adalah bagian yang terlihat. Halaman ini membahas perpindahannya: menjaga setiap URL yang terindeks, dua bahasa, dan email di domain ini selama situsnya berganti di belakang layar.
Sekilas
- PageSpeed Insights: 99 di mobile, 100 di desktop, naik dari angka 70-an
- 52 URL sitemap, semuanya merespons 200 dengan canonical-nya sendiri
- 0 link internal yang rusak setelah pindah
Kenapa EmDash
Tiga temuan dari luar proyek ini yang meyakinkanku. Data Patchstack, yang dikutip Cloudflare, menunjukkan 96% masalah keamanan WordPress berasal dari plugin, sementara EmDash menjalankan setiap plugin di sandbox-nya sendiri. Core Web Vitals Technology Report mencatat 67% situs Astro lolos Core Web Vitals, dibanding sekitar 49% di WordPress. Dan Cloudflare sudah memindahkan blognya sendiri ke EmDash sebelum aku memindahkan situsku.
Risikonya juga nyata. EmDash baru mencapai versi 1.0 pada September 2026, dan HTML WordPress tidak bisa langsung dipetakan ke format Portable Text miliknya. Risiko kedua aku atasi dengan skrip konversi dan pengecekan kata yang hilang di setiap halaman.
Lingkup Pekerjaan
- Inventaris konten: 353 file unggahan diarsipkan, 64 entri, 31 data SEO
- Model konten dengan 15 jenis section sebagai pengganti layout Elementor
- Versi Indonesia untuk 4 halaman, 18 proyek, dan 3 testimoni, dipasangkan lewat hreflang
- 30 aturan redirect untuk URL lama, dengan 410 Gone untuk halaman demo tema
- Pemindahan DNS ke Cloudflare dengan email tetap di hosting lama
- Pembersihan Search Console, URL demi URL
Tantangan
Paket gratis Workers hanya memberi 10 ms CPU per request, dan sekitar 5% render tanpa cache gagal. Cache edge yang menjadi solusinya punya masalah sendiri: halaman yang dirender untuk editor yang sedang login sempat tersimpan dan tampil ke pengunjung, dan halaman disimpan hanya berdasarkan path, sehingga redirect yang ter-cache bisa mengarahkan domain ke dirinya sendiri. Di sisi DNS, record email menunjuk ke domain utama situs, jadi memindahkan situs akan ikut memindahkan email.
Pendekatan
Setiap perbaikan berangkat dari pengujian perilaku yang benar-benar terjadi: header respons, status cache, dan request berulang tanpa cache. Sekarang hanya halaman untuk pengunjung anonim yang di-cache, dan redirect tidak pernah di-cache. Sebelum nameserver diganti, setiap record dicek langsung ke nameserver Cloudflare, dan dari situ ketahuan satu subdomain yang terlewat serta kunci DKIM yang terbukti identik.
Hasil
Situsnya kini tayang di rizqiakbar.com dalam bahasa Inggris dan Indonesia, di paket gratis Cloudflare, dengan email tetap utuh. PageSpeed Insights memberi beranda skor 99 di mobile dan 100 di desktop, naik dari angka 70-an di WordPress.
Tools: Astro, EmDash, Cloudflare Workers dengan D1, R2, dan KV, Google Search Console, serta Claude Code sebagai rekan pemrograman.