SEO
Backlink untuk UMKM: Seberapa Perlu, dan Cara Mendapatkannya dengan Budget Terbatas
Backlink masih penting, tapi jarang jadi hal pertama yang perlu dikejar bisnis kecil. Ini urutan prioritasnya, cara mendapat link secara wajar, dan risiko membeli backlink.

Backlink, yaitu link dari website lain ke websitemu, masih membantu Google menemukan dan menilai halamanmu. Tapi untuk UMKM, backlink jarang jadi masalah pertama. Bereskan dulu halaman yang terindeks, konten yang menjawab pencarian, dan Google Business Profile. Setelah itu, kejar link yang wajar dari bisnis dan komunitas yang memang terhubung denganmu.
Seberapa penting backlink sebenarnya
Google menemukan sebagian besar halaman baru lewat link dari halaman lain, jadi link penting agar halamanmu ditemukan (SEO Starter Guide). Di panduan yang sama, Google juga menulis bahwa link dari situs lain biasanya datang secara alami seiring waktu, dan bahwa Google Search lebih dari sekadar link.
Data Ahrefs dari sekitar 14 miliar halaman (2023) menunjukkan 96,55% halaman tidak mendapat traffic dari Google sama sekali. Tiga penyebab utama yang mereka temukan: topiknya tidak dicari orang, halamannya tidak punya backlink, dan isinya tidak cocok dengan maksud pencarian (Ahrefs). Artinya backlink memang faktor besar, tapi bukan satu-satunya. Dua dari tiga penyebab itu soal topik dan isi.
Untuk bisnis lokal, Google menyebut link dari website lain sebagai salah satu hal yang memengaruhi prominence, yaitu seberapa dikenal sebuah bisnis dalam peringkat lokal (Bantuan Google Business Profile).
Urutan prioritas untuk UMKM
- Halaman penting sudah terindeks. Cek di Google Search Console.
- Ada konten yang menjawab pertanyaan calon pembeli, dengan kata yang mereka pakai saat mencari.
- Untuk bisnis lokal: Google Business Profile lengkap dan ulasan yang terus bertambah (panduannya di sini).
- Baru setelah itu, backlink.
Cara mendapatkan backlink dengan budget terbatas
- Mitra dan pemasok. Minta dicantumkan di daftar distributor, reseller, atau vendor yang memang bekerja denganmu.
- Asosiasi dan komunitas. Asosiasi UMKM, komunitas bisnis, atau komunitas alumni sering punya halaman anggota.
- Media lokal. Cerita yang layak diberitakan, misalnya pembukaan cabang, kolaborasi, atau data menarik dari bisnismu.
- Konten yang layak dirujuk. Panduan, data, atau template sederhana yang berguna bagi orang lain di bidangmu.
- Direktori yang relevan dan nyata, misalnya direktori industri atau marketplace tempat kamu berjualan. Hindari situs direktori massal yang menerima siapa saja.
- Sponsor dan acara. Boleh, asalkan link dari sponsor ditandai rel="sponsored" atau rel="nofollow", sesuai kebijakan spam Google.
Contoh pesan untuk meminta link dari mitra
Banyak link yang wajar tidak didapat karena tidak pernah diminta. Pesan sederhana seperti ini cukup untuk mitra yang memang bekerja denganmu:
"Halo Bu Rina, terima kasih sudah jadi pemasok gula aren kami sejak tahun lalu. Kami lihat di website Ibu ada halaman daftar mitra. Kalau berkenan, boleh kami dicantumkan di sana dengan link ke website kami? Sebaliknya, kami juga senang menyebut toko Ibu di halaman pemasok kami."
Menyebut mitra yang memang bekerja sama itu wajar. Yang dilarang adalah tukar link berlebihan atau halaman mitra yang dibuat hanya untuk saling menautkan (kebijakan spam Google).
Cara mengecek backlink yang sudah kamu punya
- Google Search Console, di laporan Links. Gratis, dan datanya langsung dari Google.
- Pemeriksa backlink gratis dari Ahrefs atau Semrush. Datanya terbatas di versi gratis, tapi cukup untuk melihat gambaran umum.
Yang perlu dicek bukan jumlahnya, tapi dari mana link itu datang: apakah dari website yang nyata dan berhubungan dengan bisnismu.
Ciri link yang wajar dan yang mencurigakan
Wajar | Mencurigakan |
|---|---|
Dari website yang berhubungan dengan bisnis atau daerahmu | Dari website yang isinya tidak berhubungan, misalnya judi atau obat |
Ada di dalam isi halaman yang dibaca orang | Ditumpuk di footer atau halaman berisi ratusan link |
Bertambah perlahan seiring kegiatan bisnismu | Ratusan link muncul dalam seminggu |
Teks link beragam, sering berupa nama bisnis | Teks link selalu keyword yang sama persis |
Kenapa tidak membeli backlink saja
Google mendefinisikan link spam sebagai pembuatan link ke atau dari sebuah situs terutama untuk memanipulasi peringkat. Contoh yang Google sebutkan antara lain jual beli link untuk ranking, tukar link berlebihan, program otomatis untuk membuat link, dan mewajibkan link sebagai syarat kontrak. Situs yang melanggar bisa turun peringkat atau hilang dari hasil pencarian, termasuk lewat tindakan manual (kebijakan spam Google).
Untuk UMKM, risikonya tidak sebanding: website yang dibangun bertahun-tahun bisa kehilangan traffic karena paket backlink murah.
Versi budget terbatas
Jalan | Biaya | Kecepatan | Risiko |
|---|---|---|---|
Mencari link wajar sendiri dari mitra, komunitas, dan direktori relevan | Hanya waktu | Lambat, berbulan-bulan | Rendah |
Membuat konten yang layak dirujuk, atau PR lokal | Waktu riset dan menulis, kadang biaya acara | Sedang | Rendah |
Membeli paket backlink | Murah sampai mahal | Cepat terlihat | Tinggi, karena melanggar kebijakan Google |
Pertanyaan singkat
Berapa jumlah backlink yang ideal? Tidak ada angka pasti. Untuk bisnis lokal, beberapa link dari sumber yang relevan dan nyata sering lebih berguna daripada ratusan link dari situs yang tidak berhubungan.
Apakah link dari media sosial dihitung? Link dari profil media sosial membantu orang dan mesin menemukan websitemu, tapi umumnya tidak diperlakukan sama seperti link dari artikel di website lain.
Bagaimana dengan link nofollow? Tetap berguna untuk mendatangkan pengunjung dan membuat bisnismu dikenal, walaupun nilainya untuk ranking berbeda.
Kalau ingin tahu apakah backlink memang masalah utama websitemu, atau ada hal lain yang lebih mendesak, audit SEO & GEO memeriksanya lebih dulu.
Tulisan lain


