SEO
Catatan Praktik #4: Memasang BreadcrumbList di Situs Ini, dan Cara Mengeceknya
Breadcrumb di halaman sudah ada, tapi Google belum membacanya sebagai data terstruktur. Ini cara aku memasang BreadcrumbList yang mengikuti jalur navigasi, bukan struktur URL, dan cara mengujinya.

Catatan Praktik adalah seri tentang task yang aku kerjakan sendiri di situs ini. Episode sebelumnya membahas GA4 dan klik WhatsApp sebagai lead. Kali ini soal data terstruktur yang kecil tapi sering terlewat: breadcrumb.
Jawaban singkatnya: BreadcrumbList adalah schema yang memberi tahu Google posisi sebuah halaman di dalam situs, misalnya Beranda, lalu Blog, lalu judul artikel. Pasang dengan JSON-LD, susun mengikuti jalur yang dilihat pengunjung, bukan sekadar potongan URL, lalu uji dengan Rich Results Test.
Masalahnya: breadcrumb terlihat, tapi tidak terbaca
Setiap artikel di situs ini sudah menampilkan jalur di atas judul: Beranda, Blog, judul. Tapi sampai 20 Oktober 2026 jalur itu hanya teks dan link biasa. Di kode halaman sudah ada schema Person dan Article, tapi belum ada BreadcrumbList. Artinya Google harus menebak hierarki situs dari link.
Kenapa tetap dipasang, walaupun breadcrumb tidak tampil di HP
Sejak Januari 2025, Google hanya menampilkan nama domain di URL hasil pencarian versi seluler, tanpa jalur breadcrumb (Simplifying the visible URL element). Di desktop, breadcrumb masih bisa tampil. Alasan lain lebih penting untuk situs ini: breadcrumb memperjelas bahwa artikel ada di bawah Blog dan halaman jasa ada di bawah Layanan. Itu hubungan antarhalaman yang ingin aku tegaskan untuk mesin pencari.
Langkah 1: Tentukan jalur per jenis halaman
Google menyarankan breadcrumb menggambarkan jalur yang biasa ditempuh pengguna, bukan meniru struktur URL (Breadcrumb structured data). Di situs ini, halaman jasa beralamat /id/jasa-seo-umkm/ tanpa folder layanan di URL, tapi di menu mereka ada di bawah Layanan. Jadi jalurnya mengikuti menu.
Jenis halaman | Jalur | Catatan |
|---|---|---|
Artikel | Beranda, Blog, judul artikel | Semua artikel |
Proyek dan testimoni | Beranda, Portofolio, judul | Mengikuti menu Portofolio |
Halaman jasa dan Cara Saya Bekerja | Beranda, Layanan, nama halaman | URL tidak memuat /layanan/, tapi menu memuatnya |
Halaman lain | Beranda, nama halaman | Misalnya Tentang |
Beranda dan 404 | Tanpa breadcrumb | Jalur dengan satu item tidak berguna |
Langkah 2: Buat JSON-LD dari data yang sama dengan tampilan
Breadcrumb di schema dibuat oleh kode yang sama yang tahu jenis halaman, sehingga teksnya selalu cocok dengan yang terlihat. Hasilnya di artikel harga jasa SEO seperti ini:
{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "BreadcrumbList",
"itemListElement": [
{ "@type": "ListItem", "position": 1, "name": "Beranda", "item": "https://rizqiakbar.com/id/" },
{ "@type": "ListItem", "position": 2, "name": "Blog", "item": "https://rizqiakbar.com/id/blog/" },
{ "@type": "ListItem", "position": 3, "name": "Harga Jasa SEO di Indonesia: Apa Saja yang Menentukan Biayanya", "item": "https://rizqiakbar.com/id/blog/harga-jasa-seo/" }
]
}Aturan yang aku ikuti
- Minimal dua item. Google mensyaratkan BreadcrumbList berisi setidaknya dua ListItem.
- position dimulai dari 1, urut dari yang paling umum.
- Item terakhir boleh tanpa URL, tapi aku tetap mengisinya dengan URL kanonis supaya konsisten.
- Nama sama dengan teks breadcrumb di halaman, termasuk versi bahasa: Beranda untuk halaman Indonesia, Home untuk halaman Inggris.
Keputusan yang paling perlu dipikirkan
Kalau hanya membaca URL, halaman jasa terlihat seperti anak langsung dari Beranda. Padahal pengunjung menemukannya lewat menu Layanan. Aturan Google tentang jalur pengguna menjawabnya: jalur mengikuti menu, sehingga halaman jasa ada di bawah Layanan walaupun URL-nya tidak memuat kata itu.
Langkah 3: Uji dan pantau
- Tempel URL artikel di Rich Results Test. Hasil yang benar menunjukkan "Breadcrumbs" sebagai item yang valid.
- Ulangi untuk satu halaman jasa dan satu halaman portofolio, karena jalurnya berbeda.
- Beberapa minggu setelahnya, buka laporan Breadcrumbs di bagian Enhancements di Search Console untuk melihat error di seluruh situs.
Di halaman kecil di HP
Di layar sempit, breadcrumb tampilan dirapikan supaya sejajar dengan judul dan tidak terpotong aneh. Ini urusan tampilan, terpisah dari schema, tapi keduanya dikerjakan di hari yang sama.
Yang aku pelajari
- Schema kecil tetap layak dipasang kalau murah dan mencerminkan struktur yang memang ada.
- Susun jalur dari menu dan kebiasaan pengunjung, bukan dari URL.
- Buat schema dari sumber data yang sama dengan tampilan, supaya tidak pernah berbeda.
Versi budget terbatas
Pilihan | Biaya | Waktu | Catatan |
|---|---|---|---|
Aktifkan breadcrumb di plugin SEO WordPress | Gratis | Beberapa menit | Yoast dan Rank Math punya pengaturannya |
Tulis JSON-LD manual per template | Gratis | Satu sampai dua jam | Butuh akses ke kode tema |
Dipasangkan saat audit teknis | Bagian dari audit | Hampir tanpa waktumu | Biasanya dikerjakan bersama schema lain |
Kapan saran ini tidak berlaku
- Situs satu halaman tidak butuh breadcrumb.
- Kalau tampilan breadcrumb tidak ada di halaman, jangan hanya memasang schemanya. Tambahkan juga navigasinya untuk pengunjung.
Mulai dari mana minggu ini
- Uji satu halaman artikel dan satu halaman produk atau jasa di Rich Results Test.
- Kalau breadcrumb belum terdeteksi, tulis jalur per jenis halaman seperti tabel di atas.
- Pasang lewat plugin atau JSON-LD, lalu uji ulang.
Pertanyaan singkat
Apakah breadcrumb menaikkan peringkat? Tidak ada bukti langsung. Manfaatnya pada pemahaman struktur situs dan tampilan di desktop.
Perlukah item Beranda? Google menyatakan tidak wajib. Aku memasukkannya karena tampil di halaman.
Bolehkah satu halaman punya dua jalur? Boleh, dengan beberapa BreadcrumbList. Tapi untuk situs kecil, satu jalur yang jelas lebih mudah dirawat.
Jenis schema lain yang berguna untuk bisnis dibahas di schema markup untuk bisnis. Episode sebelumnya tentang perpindahan situs ada di Catatan Praktik #2. Pemeriksaan seperti ini termasuk dalam audit SEO dan GEO.
Tulisan lain


