Sabtu, 24 Oktober 2026, DNVB Indonesia dan Jenjang mengadakan event offline satu hari di kantor Gmedia, Jogja. Aku ada di tim produk DNVB dan menjalankannya dari ide pertama sampai sesi terakhir: event ini tentang apa, jalannya seperti apa, siapa yang bicara, dan apa yang akan disampaikan setiap speaker.
Sekilas
- Waktu dan tempat: Sabtu, 24 Oktober 2026, kantor Gmedia (PT Media Sarana Data), Jogja
- Kolaborasi: DNVB Indonesia dan Jenjang, dengan Gmedia sebagai tuan rumah
- Format: sesi-sesi self talk singkat sekitar 20 menit, masing-masing dengan QnA, dan networking sepanjang acara
- Speaker: Meika Hazim (Cokelat nDalem), Ramadhanti F. (Oase Media Indonesia), dan Dadang Kurnia (Nobi Project)
- Ruangan: 80 kursi theater style, satu panggung tanpa podium
- Audiens: business owner, HR dan people manager, serta team lead yang sedang membesarkan tim atau bisnis
- Peranku: konsep, deck proposal, topik dan format, kurasi speaker, pengembangan materi, dan run of show
Bukan Seminar, Bukan Webinar yang Dipindah ke Offline
Kebanyakan event bisnis punya bentuk yang sama: satu speaker bicara sejam, audiens mendengarkan. Aku ingin acara yang diingat dan dibicarakan setelahnya, jadi event ini dibangun di sekitar self talk singkat ala TED: satu panggung, satu speaker, satu cerita jujur. Setiap sesi berjalan sekitar 20 menit, durasi yang membuat ruangan tetap fokus, lalu dilanjutkan QnA supaya audiens ikut berbagi, bukan hanya menonton.

Satu Topik yang Pernah Dibayar Semua Orang di Ruangan
Temanya The Cost of Misunderstanding People. Masalah people yang tidak ditangani dengan benar selalu punya biaya, dan biasanya lebih besar dari yang dikira. Sebagian terlihat di laporan keuangan, seperti rekrutmen ulang, turnover, dan waktu yang terbuang. Sebagian lagi tidak tercatat di mana pun, seperti kepercayaan yang rusak, budaya yang terganggu, atau reputasi yang tidak bisa kembali. Business owner dan orang HR pasti pernah membayar salah satunya, jadi topik ini berlaku lintas industri.

Supaya speaker lebih mudah menemukan ceritanya, aku memetakan tema ini menjadi enam area:
- Hiring dan struktur tim, misalnya merekrut terburu-buru saat scaling
- Lintas generasi dan budaya, misalnya culture clash setelah merger
- Retensi dan turnover, misalnya kehilangan talent kunci ke kompetitor
- Leadership dan delegasi, misalnya jebakan "promoted to manager"
- Performance dan feedback, misalnya KPI yang salah arah
- Kompensasi dan fairness, misalnya insentif yang salah desain
Yang Aku Kerjakan
Deck proposal
Aku menulis dan mendesain deck 20 slide yang mengajak para mitra bergabung. Isinya konsep dan riset di baliknya, persona audiens, tema, calon speaker, struktur sesi, beberapa pilihan rundown, venue, pembagian peran yang jelas antara DNVB Indonesia dan Jenjang, serta daftar lengkap kebutuhan panggung, audio, tempat duduk, dan dokumentasi.

Kurasi speaker
Prinsip kurasinya: industri berbeda, masalah people yang sama, supaya audiens mendengar tema ini dari lebih dari satu sudut. Tiga speaker naik panggung:
- Meika Hazim, Cokelat nDalem, brand cokelat asal Jogja
- Ramadhanti F., Oase Media Indonesia
- Dadang Kurnia, Nobi Project
Untuk setiap speaker, aku mencocokkan pengalaman mereka dengan salah satu dari enam area di atas, supaya tidak ada dua sesi yang menceritakan hal yang sama.
Mengembangkan materi bersama speaker
Self talk yang baik bukan slide yang dibacakan, jadi aku membedah materi bersama setiap speaker: mencari satu kesalahan yang paling layak diceritakan, menyusunnya menjadi cerita, lalu melatih cara penyampaiannya. Setiap sesi memakai panduan yang sama, bukan naskah:
- Hook (menit 0 sampai 3): merebut perhatian ruangan
- Context (menit 3 sampai 5): latar yang perlu diketahui audiens
- The mistake (menit 6 sampai 12): apa yang terjadi, diceritakan dengan jujur
- The turn (menit 12 sampai 15): momen sadar apa yang harus diubah
- Takeaway (menit 15 sampai 18): yang bisa dibawa pulang audiens
- Close (menit 18 sampai 20): satu kalimat penutup
Standar untuk setiap sesi: praktis sehingga bisa dipelajari orang lain, matang, ada logika di balik setiap keputusan, dibungkus cerita, disampaikan seperti ngobrol, dan didukung data kalau membantu.

Menjaga hari H sesuai rencana
Jenjang mengurus venue, dokumentasi, dan operasional hari H; DNVB Indonesia mengurus topik, speaker, ticketing, dan promosi. Di hari H, tugasku menjaga rencana tetap utuh: run of show tercetak untuk kru, timer hitung mundur dan confidence monitor untuk speaker, ruang tunggu kecil untuk bersiap, dan rundown cadangan yang sudah disiapkan sejak awal, supaya acara yang telat mulai atau QnA yang panjang tidak menggeser sesi terakhir.
Kata Speaker
"Tak akan bisa mendeliver seperti ini tanpa the man behind of the product DNVB kakak Akbar!!! Terimakasih bangetttt!!! Learn a lot from you to make this happened! Salut!"
Meika Hazim, Cokelat nDalem, lewat komentar Instagram setelah acara.